Tuesday, 21 October 2014

Nongkrong – nongkrong men!

Jakarta, 26 Juni 2014

Nongkrong mungkin sudah menjadi kebiasaan anak gaul Ibu Kota. Mereka bisa duduk berjam – jam di café atau tempat nongkrong manapun ditemani kopi -dengan harga sedikit gak wajar buat gue- atau soda atau bahkan alkohol. Sebagian karena mereka emang gak punya kerjaan, sebagian lagi karena numpang internetan gratis, sebagian karena gak punya tempat ketemuan buat pacaran, sebagian untuk tempat meeting -entah meeting-in apaan-, sebagian lagi mungkin karena bosen dirumah, sebagian karena ingin cari jodoh atau alasan – alasan yang lain.


Kalau gue, mungkin ada beberapa yang udah gue sebutin diatas kecuali ketemuan dengan pacar karena gue gak punya pacar. Kebiasaan ini gue mulai dari saat gue tinggal di Bandung hampir dua tahun yang lalu. Hampir seminggu tiga kali gue selalu mampir di CK Buah Batu hanya untuk membeli Froster lalu duduk – duduk sambil liatin orang – orang yang lewat atau macetnya Jalanan Buah Batu pas SatNight. Gue juga pernah duduk – duduk di Mc D Jl. Padjajaran Bogor sampai pukul 4 pagi untuk mempersiapkan sidang. Sekarang, saat gue kerja di Jakarta, gue lebih sering lagi duduk – duduk sambil minum – minum, di Seven Eleven.

McD Padjajaran Bogor

Belajar buat Sidang ;D

CK Buah Batu, Bandung


Yang gue suka di Sevel adalah gue bisa bayar pakai Debit Card tanpa pembelian minimum. Awal – awal disini, gue ke Sevel hampir seminggu empat kali. Hanya untuk beli Slurpee, ngeciwis bareng Aya, Ai, Putry atau Uci, pernah juga bareng Ikang karena kita gatau mau kemana dan ngapain. Kadang gue ke Sevel karena gue kelaperan dan akhirnya beli Rice Bowl atau pasta yang harganya dua kali lipat daripada gue beli makan di Nasi Padang langganan.

Sevel Bintaro Sektor 5 depan STAN

seinget gue ini foto diambil jam 12 malem, dan gue pulang ke kost sekitar jam 2 -_-
Sevel Veteran with 2 others, tp ga tega posting nya, hehe





Akhir – akhir ini gue agak jarang sungkem ke Sevel. Mungkin bisa dibilang sebulan dua kali. Gue ke Sevel kalau memang bener – bener butuh tempat buat mikir. Gue ke Sevel kalau gue emang pengen sendiri. Biasanya gue beli Green Tea Latte lalu duduk diam tanpa melakukan apapun lebih dari 30 menit. Mungkin orang – orang bakalan mikir gue adalah Gadis malang tak berteman yang sedang meratapi nasib, dan anehnya adalah gue gak peduli. Dulu tiap gue ke Sevel pasti suasana hati lagi seneng dan bahagia, tapi akhir – akhir ini, kalau gue ke Sevel berarti pikiran gue lagi ruwet dan gak tau harus gimana. Entah lagi bosen sama hidup atau sama diri gue sendiri, entahlah. Yang jelas setelah gue minum Green Tea Latte, gue berasa adhem dan tau apa yang harus gue lakuin. Thankyou Sevel. I Love You~







No comments:

Post a Comment