Tangerang, 21 Desember 2016
Semalam, adalah hari ke tujuh aku
kehilangan Xiaomi Redmi Note 2 ku, biasanya aku manggilnya Mino 2. Kok bisa
ilang? Ilang dimana? Kok bisa sih? Gak ati2 ya. Those question bener2
menggangguku. Im hurt enough dengan kehilangan dia, gaperlu lah ditambah2in
dengan pertanyaan2 bego semacam itu. I lost my phone, udah itu aja. Gaperlu di
tanya2in, atau di bego2in gimana itu handphone bisa ilang. Sedih? Kecewa? Marah?
Ngerasa paling idiot sedunia? Sure.
Mino 2 dibeli awal Februari 2016.
Uangnya dari hasil ngerjain SPT Tahunan 2015 PT. ICM. Seneng banget, for the
first time aku punya sesuatu yang ‘nyata’ yang bisa menjadi pengingat ‘ini loh
hasil kerja aku’. Beli nya juga ga asal beli. Aku adalah type orang yang gasuka
banget sama yang namanya ‘ngikutin trend’. Jadi kalo aku mau beli sesuatu, itu
bukan karena orang2 banyak yang pake itu, atau emang itu yang lagi hitz, nope. Itu
bukan aku banget. Masalah handphone yang aku lihat adalah resolusi kamera,
kapasitas memory dan besarnya RAM, itu aja. Selebihnya aku serahin ke Mas
Hanri. Aku bilang ke dia berapa budget aku dan dialah yang sortir baiknya aku
beli hanphone apa. Setelah dipilih2in sama dia, akhirnya terpilihlah Xiaomi
Redmi Note 2. Pada masa itu, Xiaomi adalah distributor smartphone yang berada
di posisi ketiga setelah Samsung yang berada di urutan pertama dan Iphone
diposisi kedua tapi dengan harga jauh lebih murah. Dengan spesifikasi
sedemikian rupa, harga Xiaomi Redmi Note 2 sangatlah terjangkau. Setelah
searching sana – sini, akhirnya nemuin Pelapak Xiaomi Redmi Note dengan banyak feedback
positive – Gadget Lee. Saat itu, Redmi Note 2 harganya 1.8 juta untuk warna
putih, dan 1.9 untuk warna biru karna limited edition. aku milih yang biru
karna dapat potongan 100rb dari Bukalapak, jadi harganya juga sama saja dengan
yang warna putih. Aku order sekitar jam 3, dan jam 5 aku baru bisa bayar
tagihannya. Pada pukul 10 malam, ada telfon masuk, ternyata dari Gadget Lee
yang mengabarkan bahwa yang warna biru udah sold, mau ga diganti yang warna
putih. Aku gamau dong, karna kalo warna putih harusnya aku dapet kembalian
100rb, hehehe. Kata masnya, dia mau ngomong dulu sama buyer lain, kali aja ada
yang mau tuker putih. Paginya karna masih belum ada kabar juga dari masnya,
akhirnya aku sms kalau yg biru gaada di cancel aja, tapi ga dibalas. Jam 11,
ada mas2 JNE dateng, dikirain pesenan online shop ku yang lain, ternyataaaaaa,
handphone aku dataaaaaaang. Yeeeyyyy~























