Tangerang, 20 Juli 2014
Bulan
puasa tahun ini masih sama dengan bulan puasa tahun lalu. Gue masih melaluinya
dengan teman sehidup gue; Ainur Bagindang, tapi bakalan menjadi tahun terakhir
yang gue lewatin bareng – bareng sama dia, huhu. Setelah lebaran ini dia mau
cari kerja di deket – deket rumahnya aja, di Bandung. Seperti tahun sebelumnya,
kami berdua sering tidak sahur karena kami sama – sama makhluk kebal alarm,
hehe. Tahun ini kami berniat untuk memperlancar ibadah kami tahun ini dengan
meminta tolong orang – orang diluar sana untuk membangunkan kami sahur. Mulai
dari orang tua kami masing - masing, One, Edo bahkan Hanri, salah satu teman
gue waktu SMA yang terakhir gue temuin saat kami masih memakai seragam sekolah,
dengan imbalan gue harus bantuin tugas bahasa Inggris dia, well, ok, fine.
Mudik
kali ini gue pulang sedikit muter – muter, gue akan naik kereta Serayu Pagi
dari Stasiun Jakarta Kota lalu naik Bus ke Salatiga menggunakan Bus dari
Bandung. Kenapa Bandung? Karena gue pengen nyelesein beberapa masalah hidup gue
dengan Kota itu, wkwk.
03.24
Gue
bangun dengan panggilan masuk dari Hanri -yang entah untuk yang keberapa
kalinya- Oh God, gue harus berterimakasih padanya jika kami bertemu nanti. Dengan
masih memejamkan mata, gue masuk kamar mandi dan langsung mandi sambil
mengingat – ingat apa saja yang udah gue lakuin hampir 24 jam yang lalu.
Kemarin pagi gue
disibukkan dengan masak Ayam Presto setelah mengantar Ai ke Mencong untuk pergi
kerumah saudaranya di Cililitan. Dengan sesekali menjamah kerjaan kantor yang
harus selesai sebelum gue liburan dua minggu di Salatiga, apalagi kemarin
adalah hari terakhir Ai kerja, otomatis kerjaan dia bakalan jadi kerjaan gue. Setelah
Ashar gue baru selesai dan jemput Ai di Mencong lagi kemudian kami beres –
beres rumah karena kami diundang untuk berbuka puasa di rumah Putri. Dengan sedikit
tergesa kami beres – beres rumah seadanya kemudian langsung menuju rumah Putri
sebelum adzan Maghrib berkumandang. Setelah
makan dengan makanan yang superb banyak dari Mamah Puput, kami akhirnya pamit
untuk pergi ke Bintaro Plaza hanya untuk memasukkan kupon undian dari Gramedia
dan Mamahnya Puput nitip beli kue kalengan di Giant sektor VII. Gue nge iyain
karena gue piker gue gabakal ngabisin waktu lama di BP. Gue sampai disana hanya
dalam waktu 15 menit, masuk ke Gramedia lalu keluar lagi, tapi untuk keluar
dari parkiran butuh waktu lebih dari 45 menit. Gue lupa hari itu hari Sabtu dan
gue juga lupa seminggu lagi lebaran, ga heran kalau Mall sekelas BP penuh
dengan orang – orang yang belanja – belenji. Dijalan gue ngabarin Puput kalo
gue gabisa ke Giant karena macet dan rame, di Giant pasti antri di kasir bakal
naudzubillah, jadi gue langsung balik. Gue sama Ai sampe rumah sebelum jam 10,
gue masih belum beresin kamar, beresin kantor dan yang paling parah gue juga
belum packing. Setelah masuk – masukin semua baju kotor ke plastic, gue
nganterin itu cucian ke Laundry langgan, beruntung banget dia masih buka
meskipun udah jam 10. Sampai rumah gue masih packing sekalian bantuin Ai karena
mala mini adalah malam terakhir dia tinggal disini. Setelah selesai kami masih
disibukkan dengan perhitungan upah orang – orang Proyek serta pembayaran THR
kami berdua (Alhamdulillah). Setelah itu kami masih beres – beres kantor karena
akan kami tinggal selama dua minggu lebih, jadi alat – alat proyek disimpan di
dalam kantor, ga diluar kayak biasanya. Kami benar – benar selesai pukul 02.15
(atau tepatnya kurang dari 70 menit yang lalu).