Wednesday, 31 December 2025

Thankyou 2025!

Kilas Balik 2025: Terima Kasih dan Selamat Datang

Jadi, ini adalah Rabu malam di ujung 2025. Beberapa menit lagi sudah bukan hanya ganti hari, tapi juga ganti bulan dan ganti tahun. Terima kasih 2025, selamat datang 2026. Dan inilah kilas balik tahun 2025-ku.


Januari

Yap, aku sempat main lagi ke Jepara buat jalan-jalan. Ke Pelabuhan Kartini dan melihat museum yang ada di dalam "tubuh kura-kura" (aku lupa namanya). Aku dan Dwi sempat menjenguk Aulia yang beberapa hari tidak masuk kerja karena sakit sepulang Umroh. Tapi uniknya, kami ke sana malah mengajak Aul hujan-hujanan keliling Labirin Laweyan, wkwk. Karena kedinginan, akhirnya kami membuat wedang jahe dari bahan-bahan yang dibeli di Pasar Jongke untuk konten #SoboPasar—yang sampai sekarang tidak kunjung tayang.

Pas pulang ke Salatiga, aku mengajak Ibuk dan Azki main ke Rest Area Salatiga; cuma jajan crepes dan foto-foto seperti orang kampung, hahaha. Di bulan ini juga, aku memutuskan untuk tidak akan menghadiri pernikahan siapa pun. Awalnya aku berpikir, apakah aku iri karena mereka menikah sedangkan aku tidak? Atau karena aku tidak punya pasangan untuk diajak kondangan? Entahlah, yang jelas aku tidak ingin melakukan sesuatu yang memang akan membuatku terluka. Hylyh!


Februari

Mari kita sebut ini sebagai bulan penuh cinta. Selain ada hal-hal yang tidak bisa kuceritakan di sini (nggak usah, nanti pada pengen), ada juga hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Contohnya, saat aku pertama kalinya "mendengar" perdebatan Pramodawardhani dengan suaminya saat aku bermeditasi di Plaosan (ya kan! Sudah dibilang sulit dijelaskan).

Bulan ini aku juga pertama kali—dan mungkin sekali seumur hidup—bisa naik ke atas menara Masjid Agung Surakarta. Aku sering berkeliling Solo mencoba banyak makanan: wedang kacang, soto sebelah penjara, sate kere, duren, hingga bakpao Cik Yen. Meskipun sebenarnya bukan soal makanannya, tapi tentang "siapa"-nya, bukan? Hahaha.

Aku juga jalan-jalan sampai ke Perbukitan Boko dan rasanya seperti mengulang Juli 2021 lalu. Bulan ini penuh dengan serba "pertama kalinya". Saat menginap di Monoloog dan aku posting, videonya di-boost TikTok sampai 700k karena mereka lagi gencar program TikTok Go. Mungkin juga viral karena memperlihatkan kasur berantakan yang memicu perdebatan; ada yang bilang jorok, tapi orang hospitality justru bilang itu membantu mereka membereskan kamar. February really made my year!


Maret

Pertama kalinya dapat barter Solo Safari dari agency TikTok Go yang sudah sebulan menghubungiku tapi selalu aku abaikan. Aku mengajak Aul dan Dwi karena HP mereka lebih bagus, jadi aku fokus ke sana kemari sementara mereka yang mengambil foto dan video.

Sayangnya, setelah dari Solo Safari aku malah tidak masuk 4 hari karena mataku merah tertular Ratih yang sedang infeksi. Sehari sebelumnya kami memang staycation di Solo setelah dari Tumurun. Sebelum libur Lebaran, aku menyempatkan staycation di Georium Dunia, guest house dekat Candi Plaosan. Karena naik kereta dan motor ada di Stasiun Balapan, aku ke mana-mana jalan kaki. Meskipun tidak dapat sunrise karena mendung, pengalamannya luar biasa. Kapan-kapan harus diulang! Pas Lebaran, aku juga dapat barter FnB dari Domino’s Pizza. Harus usaha bikin konten bagus meski pakai HP Realme yang shaky dan Samsung A05 yang less saturation, wkwkwk.


April

Ketemu lagi sama Dokter Intan setelah sekian tahun. Terakhir rasanya pas menjenguk anaknya Mila, padahal sekarang anak itu sudah SD, hahaha. Setelah balik ke Kartasura, aku mengajak Dwi makan di Makan Daging dekat Pasar Kembang, lalu ke Tomoro yang katanya di-reimburse tapi sampai sekarang tidak diganti oleh agency. Ya sudahlah, lagian kontennya aku bikin asal.

Bulan ini aku lagi senang-senangnya grounding. Tempat favoritku adalah Lokananta bersama Dwi. Enak sekali tiduran di atas rumput yang hangat terpapar matahari. Oh, aku juga ke Prawirotaman sama Nabila hari Jumat sepulang kerja, padahal hujan deras banget. Gila! Ke sana cuma makan lalu pulang, mana hampir ketinggalan kereta. Untungnya tidak jadi.

Aku juga mencoba Misoa Solo depan SMP Bintang Laut (sekolah siapa tuh?). Pulangnya terjebak hujan sangat deras sampai kami nekat menerobos. Jaket kami tidak dibawa masuk ke jok alhasil basah kuyup. Kami harus memutar karena jalanan ditutup banjir. Karena kedinginan, aku memakai mukena yang ada di jok motor Aul. Tidak pengaruh sih karena tipis, tapi ya sudahlah yaaa. Aku juga renang di Candramaya bareng Dwi dan Mutia; dua video yang kuunggah viral bahkan menghasilkan penjualan di bulan Desember ini. Aku juga staycation di JW Naungan dan dapat "naik level" lagi, hmmm.


Mei

Bulan awal dari segalanya. Terima kasih untuk Ratih, karena berkat dia aku bisa punya iPhone 13 Pro Max yang kupakai cari uang sekarang. Pas pulang, aku mengajak Azki nonton Jumbo di bioskop dekat rumah. Lalu mengajak Ibuk ke Wonosobo karena ingin lihat patung biawak. Niatnya ke Dieng, tapi karena macet parah kami putar balik, makan mie ongklok, lalu turun lewat Temanggung dan mampir ke Situs Liyangan. Maaf ya Buk, diajak hujan-hujanan, mantolnya rusak dan belum mampu beli mobil. Nanti kita ke Jakarta saja naik bus tingkat biar tidak kehujanan.

Karena sudah punya modal (HP), akhir pekanku benar-benar padat. Entah ke Lokananta atau ke kafe, tidak ada istilah menganggur, pasti buat konten. Aku datang ke pameran museum setelah grounding. Minggu ini kuhabiskan bersama Ida memandunya di Solo: ke Laweyan, Rumah Budaya Kratonan, nonton atraksi prajurit, dan malamnya nonton Beksan Setu Pon di Mangkunegaran ditutup live music di Gatsu. Paginya kami CFD-an di Slamet Riyadi, disusul "paparazi" yang kemarin ketemu di Balekambang.

Minggu depannya ke Wonogiri sama Ratih naik Batara Kresna ke Waduk Gajahmungkur. Aku mulai lolos banyak job barter di agency. Aku dan Dwi mencoba tempat yang kalau bayar sendiri mungkin tidak cocok buat kaum "mendang-mending" seperti kami: Kimukatsu, Yakiniku Like, Yoshinoya, Pepper Lunch, sampai minuman overpriced Gong Cha. Aku juga ke Plaosan lagi dan mampir ke Pawon Mbah Noto meski waktu itu masih pakai HP burik, wkwk. Bulan ini aku juga ngonten di Pasar Gawok yang ternyata tidak seramai di TikTok.


Juni

Selain mengerjakan konten agency, aku juga mengerjakan konten langsung dari TikTok lewat "Jelajah Begah" dan dapat FnB gratis. Aku juga modal sendiri beli Kebab untuk konten. Saat ke Janji Jiwa bulan lalu, aku dan Konci (sebut saja begitu) tiba-tiba punya ide naik ke Gunung Mongkrang. Persiapan kami tidak main-main, dari riset sampai sewa alat. Awalnya ragu, tapi ternyata kami bisa! Bangga banget. Di akhir bulan, untuk pertama kalinya aku dapat tugas Collaboration For You TikTok Go. Lumayan banget hasilnya buat bayar cicilan. Alhamdulillah.


Juli

Pertama kalinya di-pitching langsung untuk barter visit di Greenesia Sriwedari Solo. Meskipun bukan pertama kali makan gratis, tapi ini pertama kalinya di luar agency. So happy! Bulan ini akhirnya aku melakukan Eye Bag Removal setelah berbulan-bulan di-follow up Dokter Intan. Meski seminggu mata bengkak seperti habis ditonjok, ini adalah best decision di 2025. Seminggu itu aku tetap full visit makan dan hotel, bahkan ke Solo Safari lagi bareng Ibuk dan Mamak Poni.

Aku dan Bona juga sempat gabut sampai ke Klaten. Makan mangut dekat stasiun, keliling Rowo Jombor, hanya menyapa teman Bona, lalu beli sawo sambil mengobrol dengan bapak penjual dawet di Makam Sunan Bayat. Ini adalah "pelajaran terakhir" di tahun ini.


Agustus

Mengawali bulan dengan ke Prambanan. Pertama kalinya ke candi wisata yang sangat ramai. Berangkat pagi, pulang sore, benar-benar seharian di sana. Aku juga main ke Kids Fun bareng Novi dan Syfa; semuanya dipertemukan oleh Konci, dia memang pemersatu teman-temannya, wkwk.

Tanggal 16 Agustus, aku hiking ke Nglanggeran sendirian dan kenalan dengan bule Belanda bernama Niki. Tidak menyangka bisa mengobrol dengan bahasa Inggrisku yang pas-pasan. Di kantor, aku jadi panitia seksi acara untuk 17-an dan ikut lomba nyanyi menggantikan Vina untuk duet bareng Mutia. Usaha paling keras adalah perkara jaket kulit sampai aku harus beli tiga biji, wkwk. Aku juga potong rambut meski tidak sependek tahun 2023. Akhirnya, aku bergabung dengan agency baru yang memberikan gaji bulanan. Sayang banget sama agency yang sekarang.


September

Yey, it’s my birthday! Dapat barter visit lagi dan di-pitching langsung dari brand untuk acara di Jogja. Seru habis! Karena aku dan Konci hobi tidak punya uang cash, kami nonton sambil menahan lapar. Pulangnya baru makan nasi ayam di Stasiun Lempuyangan. Aku staycation di Amarelo; konten ini yang mendatangkan banyak omzet selama 4 bulan terakhir.

Ulang tahunku tidak sesuai ekspektasi karena tumpeng datang telat, bikin bete setengah mati. Itu hari pertama sekaligus terakhir aku merayakan ultah di kantor sejak 2019. Bulan ini juga keponakanku (anak masku) lahir pas bloodmoon. Aku dapat barter klinik perawatan di Solo, ternyata enak juga ya. Dapat endorse makaroni dan barter sepatu juga. Di sinilah awal mula akun Ateera dapat endorse beauty setelah sebelumnya hanya fokus di akun jalan-jalan.


Oktober

Pertama kali mencoba Loske dan memang seenak itu, meski setelahnya asam lambungku kumat, hahaha. Aku melakukan me time ke Gua Maria Tritis, ke pantai, dan staycation di VRATA agar paginya bisa melihat sunrise di Plaosan (balas dendam kegagalan Maret lalu). Aku juga visit LOA Living selama 2 jam.

Di akhir bulan, aku staycation bareng Ratih di Front One Resort Jogja dan mencoba naik bajaj. Pulangnya ke kafe sama Konci dan aku ketiduran padahal lagi mengedit, hahaha. Aku juga mendaftarkan akun UVL ke agency yang cuma kasih voucher receh dengan SOW (syarat kerja) yang tidak masuk akal. Masih mending agency pertama. Untuk akun beauty, endorse dan barter mulai berdatangan sampai aku sempat kewalahan dan hampir gila.


November

Dapat tawaran staycation lagi, tapi kali ini di apartemen sambil mengerjakan job brand lain. Pergi ke acara di Jogja lagi dari agency, kali ini dapat makan gratis jadi kami nonton dengan perut kenyang sambil mengerjakan campaign air mineral. Endorse beauty makin lancar, setiap minggu ada 1-2 brand.

Terakhir jalan-jalan sama Bona keliling Solo sebentar untuk minum susu jahe; itu terakhir ketemu dia di Indomaret. Aku juga jalan-jalan sama Ibuk di Semarang menengok si "bocil gerhana" dan staycation bareng Rasyid di Kota Lama. Aku juga ke Rasamadu Heritage dan ambil cuti bareng Dea dan Konci.


Desember

Aku ke candi lagi, kali ini Sojiwan. Pulang ke Salatiga untuk shooting di Saloka bareng Ratih. Momen "you made me hate this city" datang lagi, tapi akhirnya aku mulai berdamai sedikit demi sedikit. Pertama kalinya makan "mahal" dengan tenang tanpa harus memikirkan konten atau sudut pandang video, wkwk. Karena beli sendiri, jadi tidak ada tanggung jawab tukar konten.


Penutup

Tahun ini, dalam 365 hari, banyak sekali kejadian baik, buruk, senang, dan sedih. Aku memilih untuk terima, lepaskan, dan lupakan. Fokus dengan diri sendiri. Be happy, be calm. Tidak perlu mencari masalah yang tidak ada. Tidak perlu menciptakan ketakutan-ketakutan yang sebenarnya aku sendiri yang buat.

Aku menyambut 2026 dengan menyetok makanan sehat dan membeli dumbbell. Aku mulai salat rutin lagi, baca Qur'an lagi, dan meditasi lagi. Aku ingin 2026 menjadi tahun permulaan dari semua hal baik di hidupku. Semua hal yang tidak baik aku tinggalkan di 2025. 2026, aku siap menyambut semua hal menakjubkan.

Dari aku, yang siap menjadi jauh lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya.