Saturday, 30 July 2016

A Week Without Social Media

A week without Instagram, Path and BBM's feeds.

Ini adalah hari ke tujuh aku uninstall Path, Instagram dan sembunyiin semua feeds di bbm.

Kenapa aku melakukan itu semua? The answer is on this post and also this. Penyakit gampang iri ku ini sebenernya bukan hanya didasari oleh materi saja, tp kebahagiaan yg tak bisa kumiliki (OMG gue ngomong apaan? Wkwk).

Ga deeeeng, jadi gini. Sabtu minggu lalu itu, ada dua acara yang, dimana aku sebenernya kenal sama mereka semua (acara A dan acara B), tapi gaada seorangpun dari acara A ataupun B yg minta gue buat join. Alhasil, gue langsung ngerasa down, ngerasa mereka ga nganggep gue temen mereka, ngerasa gue gapunya temen selain Epik di Salatiiga. Sedih, rasanya pengen balik ke Jakarta dan sekitarnya aja. Ketemu sama temen2 BEC.

Lebay? Yes I am. But this is the real me. Ini aku yg sebenernya. Hahahaha

Aku gapengen jadi tiba2 benci sama mereka, tiba2 gamau kenal mereka sama sekali. Thats why aku nge uninstall Path, Instagram dan nyembunyiin semua feeds di bbm ku.

Apa yg gue lakuin ini ngaruh? Yep. Selama seminggu ini, aku lebih tenang, ga ngamuk2 gajelas lagi, ga mellow2 drama lagi, hehehe.

Aku tau, aku bakal install lagi dua socmed itu di Mino, tapi kayaknya ga sekarang. Ntar aja biar penyakitnya agak tenang dulu, wkwkwk.


Saturday, 23 July 2016

Salatiga, 23 Juli 2016

Hari ini, tepat dua tahun lalu aku ketemu sama dia untuk pertama kalinya sejak kami sama2 SMA tiga tahun lalu.

Ceritanya ada disini.

Harusnya, hari ini ada semacam perayaan kecil2an sekedar sebagai pengingat moment itu, tapi karena perdebatan kecil yang sebenarny sudah sering terjadi, kami sama sekali tidak bertemu hari ini, bahkan mengirim satu karakter di aplikasi berbalas pesan pun samasekali tidak kami lakukan.

Mungkin, untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir ini, kami perlu jarak, waktu dan tempat untuk benar2 sendiri. Sama-sama menurunkan ego kami masing2 dan bisa berpikir tanpa emosi saat bertemu nanti.

Aku kangen kamu, tapi aku masih gabisa terima dengan kalimat terakhir km tadi malem. Aku butuh waktu, walaupun aku tidak tau sampai kapan.