Saturday, 1 March 2025

Senandung Sunyi Plaosan


Sejak hari itu, aku tidak pernah melihat Candi Plaosan dengan cara yang sama. Aku tahu, di balik keindahannya, tersimpan kisah-kisah yang tak terungkap, emosi yang tak terucap, dan luka-luka yang belum lenyap.


Klaten, 15 Februari 2025

Setelah membayar tiket (Bona sih yang bayar), aku sudah siap dengan handphone dalam posisi camera standby untuk merekam betapa besar dan megahnya Komplek Candi ini. Kami tidak langsung berbelok ke Candi Utama. ‘Ke rumah arca dulu ya’, kata Bona. Kami berjalan ke arah utara Candi, melewati susunan batu - batu Candi Pewara dan Stupa yang belum berhasil direstorasi.



Jujur aku juga ga tau apa itu rumah arca, karena pertama dan terakhir aku masuk kesini tahun 2018 lalu, aku hanya foto - foto dan haha hihi gajelas bersama Vina, teman kantorku. Sampai di rumah arca, aku hanya bisa mengambil beberapa gambar karena Bona sudah berjalan ke arah sebuah altar yang dipinggirnya berjejer arca - arca. Belakangan aku tau bahwa altar ini namanya mandapa (bangunan terbuka yang umum ditemukan di kompleks candi-candi Buddha) dan arca - arca tersebut adalah Bodhisattva (makhluk yang telah mencapai pencerahan, tetapi memilih untuk menunda nirwana demi membantu makhluk lain). Dengan riang gembira dan hati penuh, aku naik ke mandapa dan mendengar Bona menyeletuk ‘seneng banget sih ketemu sama habitatnya’. Habitat jareeeeeee ???