Saturday, 10 January 2015

Welcome 2015!!

Tangerang, 10 Januari 2014

Halo, sudah sekian lama saya tidak memposting sesuatu di blog ini, hehe. Sebelumnya saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas jatuhnya pesawat AirAsia QZ8051, semoga amal ibadah korban diterima oleh Tuhan, semua pihak yang membantu mencari, evakuasi sampai identifikasi diberi kesehatan, keselamat dan kemudahan serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, aamiin.

Well, sebenarnya saya sudah mempunyai beberapa draft untuk diposting, sekitar 5 – 7 cerita, tapi dengan keterbatasan waktu yang saya miliki sekarang, saya akhirnya menggantung cerita – cerita itu dan tidak tau kapan akan menyelesaikannya. Alasan lain adalah entah kenapa sekarang saya sepertinya harus berpikir 3 – 5 kali setiap saya ingin bercerita. Apakah cerita ini akan membuat seseorang disana terluka, kecewa atau sakit hati, atau apakah cerita ini terlalu memamerkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu, atau cerita ini terlalu mengumbar sesuatu yang seharusnya cukup saya dan Tuhan saja yang mengetahuinya?

Awalnya saya berfikir saya akan membuang draft – draft cerita yang sudah saya tulis tanpa ada usaha untuk menyelesaikan bahkan mempostingnya disini, tapi kemudian saya memutuskan untuk menunda waktunya saja. Mungkin akan saya posting beberapa bulan kedepan atau mungkin tahun depan, entahlah.

Kali ini saya hanya ingin mereview secara singkat sepanjang tahun 2014 kemarin. Selamat membaca.

Januari.
Satu hal yang paling saya ingat dari bulan ini adalah saya bertemu lagi dengan teman – teman lama saya semasa SMA di Kota Jakarta, Chilla, Fey dan Gono. Seperti menemukan harta karun saat melihat mereka. Kami yang hampir tiga tahun tidak bertemu akhirnya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu di Kota Jakarta. Ceritanya sudah saya tulis disini.
 
Fey, Saya, Chilla dan Gono di depan Museum Nasional

dibawah arca Bhairawa




Februari.
Di bulan ini, untuk pertama kalinya saya pulang ke Salatiga  menggunakan kereta karena saya ingin sekalian mampir ke Yogyakarta, Kota dimana seseorang pernah berjanji mengajak saya kesana, hahaha. Kunjungan saya di Yogyakarta adalah untuk membuat saya yakin bahwa ‘ini lho, tanpa diajak sama siapapun saya juga bisa kesini by my self’. Saya menghabiskan pagi keliling Yogya dan Tamansari sendirian, baru siangnya Intan datang dari Solo untuk menemani saya menghabisakan hari dan menunggu malam disana. Cerita ini ada disini.
Di bulan ini juga saya menghadiri perta pernikahan sepupu saya di Magetan sekaligus piknik keluarga besar di Telaga Pasir. Cerita ini juga sudah saya tulis, disini.


Maret.
Setelah saya pulang kampung, giliran Ai yang pulang. Dan di Bulan ini pula saya ikut visit proyek di Kota Bandung. Bulan ini banyak saya habiskan untuk membaca novel Harry Potter di depan komputer untuk menemani Ai yang sedang mengerjakan laporan Tahunan.


April.
Tidak jauh berbeda dengan bulan Maret, di Bulan ini saya juga tidak kemana – mana. Hanya sesekali jika saya ada keperluan kantor di luar Kota.


Mei.
Di bulan ini masih hampir sama dengan dua bulan sebelumnya, atas dasar itulah saya membuat tulisan ini. Tapi saya beruntung karena kejenuhan saya diselamatkan oleh pesta pernikahan dua teman saya Ucie dan Sri. Karena Ucie menikah di Ulujami, Jakarta Selatan, saya dan Ai berangkat dari rumah menggunakan motor. Sedangkan pernikahan Sri yang berada di Kabupaten Bogor, mengharuskan saya, Ai dan Puput untuk menggunakan Comuter Line sampai ke Bogor baru kemudian menggunakan mobil bareng beberapa temen sampai kerumah Sri.
 
Pernihakan Ucie

Pernihakan Sri


Juni.
Bulan Puasa, Piala Dunia, dan Debat Capres, itu adalah tiga hal yang identik dengan bulan Juni 2014, tapi bagi saya bulan Juni adalah bulan yang membuat saya kehilangan salah seorang teman saya saat di Bogor. Yang membuat saya sedih adalah saya tidak bisa hadir untuk mengantarkan dia kerumah barunya karena alasan jarak dan waktu. Hal inilah yang mengharuskan saya untuk pertama kalinya membuat itinerary bukan hanya untuk saya, tapi juga orang lain. Dari menyesuaikan jadwal kereta, membuat budget, sampai mengumpulkan dana untuk diserahkan kepada keluarganya disana. Beruntung saya tidak sendiri, karena ada Ai dan One yang kali ini menjadi partner saya.


Juli.
Bulan yang penuh dengan kejutan, cerita dan kenangan tentunya, hahaha. Dimulai dari cerita saya ke Tasikmalaya yang saya tulis disini. Lalu seminggu kemudian pulang ke Salatiga tapi via Bandung, dimana saya sempat menulis part #2 dari mantan calon cerita saya disini. Lalu buka puasa bersama teman – teman sekelas saya waktu SMA, buka puasa bersama anak – anak panti asuhan dimana saya diajak seseorang yang baru saya temui lagi setelah lebih dari tiga tahun saya tidak pernah berjumpa dengannya, menghabiskan malam takbiran di atap rumah salah seorang teman sambil melihat kembang api, pulang kampung di rumah mbah di Jepara, dan juga keliling ke rumah saudara di sekitar Salatiga. Andai semua cerita dibulan Juli saya tulis, mungkin blog saya langsung bertambah 9 – 13 postingan hanya untuk cerita di bulan Juli, hehe.
 
Masjid Agung Tasikmalaya

Stasiun Kiaracondong, Bandung

otw diajakin BukBer sama teman lama

bakaran di rooftop rumah Gono

Pantai Goa Manik, Jepara

Rumah Mbahnya Fiza

otw rumah salah satu Pakdhe di Tengaran

Fiza n Dhira Museum KA Ambarawa


Agustus.
Kedatangan seseorang yang sebenarnya tidak benar – benar baru dalam hidup saya tapi tidak pernah saya duga sebelumnya, mengawali bulan ini dengan sangat manis. Dia membuat saya sadar bahwa bahagia itu pilihan, dan sekaligus membuat saya yakin bahwa saya berhak untuk bahagia. Dua hari setelahnya saya meninggalkannya untuk kembali lagi ke perantauan untuk mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian (sudah bukan untuk mencari sesuap nasi dan segenggam cinta lagi ;p), tapi dua minggu kemudian kami bertemu lagi untuk berjalan – jalan Ibu Kota, Bogor bahkan dia sempat menemani saya berbelanja alat – alat proyek di Glodok. Bulan ini diakhiri dengan saya dan Puput yang puas berteriak – teriak karena Kora – kora dan Kicir – kicir di Dunia Fantasi, Ancol.

sebelah Museum Bank Indonesia
Pelabuhan Sunda Kelapa
jalanjalanmen Bogor

Do Fun at DuFan


September.
Bulannya Ulfi banget ini mah, hehe. Berbeda 180o dengan tahun lalu, ulang tahun kali ini saya mendapat kejutan dan ucapan sepanjang tanggal 19. Dari ucapan, telfon, foto dan video dari kedua orang tua saya, kakak, pacar, teman – teman di facebook dan twitter, Chilla yang tiba – tiba datang ke kantor membawa cheesecake yang enak banget, diajak makan sambil jalan – jalan sama atasan, Puput yang dateng sama kedua adeknya sambil bawa cake, Aya sama Nanda yang dateng bawa Pizza dan bikin prakarya heboh, dan ditutup dengan telfonan sama pacar lagi sampai berganti hari menjadi ulang tahun Edo, haha.
 
harusnya masih banyak foto lagi tapi di IG Aya ;(

Oktober.
Di Bulan ini saya, Puput, Aya, Putri dan One mengikuti sebuah One Day Trip yang diadakan oleh salah satu milis travelling yang pernah kami rencanakan dari bulan Maret. Kami mengunjungi Pulau Kelor, Unrust dan Cipir bersama puluhan traveler lainnya. Dari pagi sampai sore kami melalui hari itu dengan bahagia. Sayangnya, ending dari hari itu adalah kami mengalami musibah karena handphone Puput diambil orang saat sedang di charge di KFC Stasiun Jakarta Kota.
 
Pulau Kelor

November.
Untuk ketiga kalinya dalam tahun ini, saya pulang lagi menggunakan kereta. Pulangnya saya kali ini sudah saya rencanakan jauh – jauh jari sebelumnya, Ulang Tahun Ibuk. Kali ini saya tidak mampir di Kota Yogyakarta, tetapi di Kota Semarang. Malam itu memang berbintang karena saya sedang bersamanya, meskipun bintang dari kerlip lampu – lampu perumahan yang kami lihat dari Gardu Pandang Gombel, hehe. Kami juga mengunjungi salag satu taman di Kabupaten Semarang, Goa Rong View. Meskipun namanya Goa Rong (Rong adalah sarang untuk binatang dalam bahasa jawa), tapi bukan itu yang menjadi daya tarik dari tempat ini. Melainkan kata terakhir yaitu view. Darisini, pengunjung bisa melihat Rawa Pening, Gunung Merbabu, Merapi, Telomoyo, bahkan Sindoro dan Sumbing jika cuaca sedang bersahabat.
Saya juga melewati satu malam bersama Bapak, Ibuk dan dua sepupu saya Akhila dan Aldhira untuk sekedar merayakan ulang tahun Ibuk.
 
yang ngambil foto grogi, jadinya burem, wkwk

sendalpacker -_________-

Masa Kecil Kurang Bahagia soalnya gaada kamu ;( wkwkwk






Desember.
Sepertinya bulan ini berlalu dengan sangat cepat. Entah apa saja yang saya lakukan sampai saya tidak tahu apa yang saya lakukan sampai saya menyadari bahwa tahun 2014 akan segera berakhir, hehe.


            Tahun ini adalah tahun dimana berakhirnya cerita tentang dia yang namanya tidak pernah saya sebut di postingan saya sebelumnya tapi justru itulah permulaannya. Permulaan dari perjalanan panjang menuju tempat yang baru seperti kata Jebraw ;D


            Tahun 2014 telah berakhir, dan tidak akan pernah terulang lagi, yang tersisa hanyalah kenangan, pembelajaran dan tentunya penyesalan yang akan membuat saya menjadi lebih baik lagi, lagi, lagi dan lagi. Selamat Tahun Baru 2015!!!

5 comments:

  1. Semoga 2015 akan banyak moment-moment bahagia lainnya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin~
      Bantuin nulis dong tapi, wkwkwk

      Delete
    2. aku meh berperan sebagai pasangan hidup si penulis wae ah~

      Delete
    3. sekolah dulu yang pinter yakk ;pp

      Delete


  2. www.pembuatan-ijazah.blogspot.com

    www.jasapembuatanijazahpalsu.blogspot.com

    ReplyDelete