Jakarta, 26 Juni 2014
Nongkrong mungkin sudah menjadi kebiasaan anak gaul Ibu
Kota. Mereka bisa duduk berjam – jam di café atau tempat nongkrong manapun
ditemani kopi -dengan harga sedikit gak wajar buat gue- atau soda atau bahkan alkohol. Sebagian karena
mereka emang gak punya kerjaan, sebagian lagi karena numpang internetan gratis,
sebagian karena gak punya tempat ketemuan buat pacaran, sebagian untuk tempat
meeting -entah meeting-in apaan-, sebagian lagi mungkin karena bosen dirumah,
sebagian karena ingin cari jodoh atau alasan – alasan yang lain.