Tasikmalaya,
12 Juli 2014
Kami duduk di seat
sesuai dengan yang tertera di tiket kami. Seharusnya saya berhadapan dengan Ai
(disebelah jendela) dan One ada di sebelah saya. Tapi gara – gara ada mbak –
mbak resek, akhirnya Ai duduk di depan One.
Sepanjang
perjalanan, kami tidak berhenti ngoceh dan ketawa – ketawa gak jelas sambil
lihat – lihat pemandangan dari luar jendela. Karena semalam kami hanya bisa
melihat dalam gelap dan dengan usaha yang sangat tidak mudah, kali ini kami
memuaskan mata kami untuk melihat bukit – bukit, sawah – sawah, kebun, sungai,
jurang, tapi satu yang tidak bisa kami nikmati secara maksimal yaitu Jalan Tol,
karena kami berada di sisi sebelah kanan.
Kami
juga sempat berfoto – foto tanpa mempedulikan mbak – mbak dengan jaket kulit +
kuku berwarna Orange atau mbak – mbak resek di depan saya. Ingin rasanya
membeli makanan dari mas – mas yang berlalu – lalang setiap 10 menit sekali
itu, tapi karena masih siang dan pasti banyak yang puasa, akhirnya saya hanya
membeli kopi kaleng dan teh dengan sensasi soda (yang akhirnya ketinggalan di
Gokana) sambil diam – diam ngemil keripik jagung. One akhirnya memutuskan untuk
tetap berpuasa meskipun saya dengan sangat kurang ajar minum dan ngemil
disebelahnya, hehe.
Saat
tiba di Stasiun Purwakarta, kami sampai di sebelah bangkai gerbong – gerbong
kereta yang sudah tidak terpakai. Ai dan One sibuk mendiskusikan bagusnya
dijadikan apa. Sayup – sayup saya mendengar mereka menyebut Hotel, CafĂ©, tempat
uji nyali, dan beberapa kata yang kurang jelas saya tangkap maksudnya karena
saya sedang sibuk mengkhayal seandainya Mas – mas tadi adalah jodoh Ai. Kenapa
saya tidak berkhayal andai dia itu jodoh saya? Tidak, saya pernah berdoa kepada
Tuhan semoga jodoh saya bukan Polisi, anggota TNI ataupun anggota DPR, hehe.
Setelah
melewati Stasiun Purwakarta, saya banyak tidur karena selain bingung mau
ngapain, pemandangan yang dilihat juga bisa ditebak. Rumah – rumah, pabrik,
jalan raya. Saya tidak lupa mengabari Aya dan Putry kami sampai dimana karena kami
berempat berencana buka bersama, eh makan malam di Gokana Bintaro Plaza.
Pukul
17.05 kereta kami memasuki Stasiun Jatinegara. Kami memutuskan untuk turun
disini. One meneruskan perjalanan ke Stasiun Bekasi (sebenarnya tadi lewat,
tapi keretanya gak berhenti) sedangkan saya dan Ai transit di Manggarai dan
Tanah Abang untuk sampai di Stasiun Pondok Ranji.
Pukul
18.02 saya dan Ai sudah berada di dalam Commuter Line jurusan Tanah Abang –
Serpong, kami tidak dapat tempat duduk dan memilih untuk memojokkan diri di dekat
pintu keluar sebelah kiri. Banyak Ibu – ibu dan mbak – mbak (karena kami di
gerbong khusus wanita) terlihat sedang menikmati menu buka puasa mereka.
Sebenarnya dilarang makan dan minum di dalam kereta, tapi mungkin ada kebijakan
karena sedang bulan puasa. Saya jadi teringat saat di Busway kemarin, mbak –
mbak yang jaga mempersilahkan semua penumpang untuk membatalkan puasanya.
Bahkan seingat saya, sebelum terdengar adzan dari ruangan supir, mbak – mbak
tadi mengingatkan penumpang untuk menyiapkan minum atau makanan kecil karena
sebentar lagi Maghrib. Subhanallah.
No comments:
Post a Comment