Saturday, 12 April 2014

Basava Split - Joglo Ki Penjawi

Salatiga, 25 Februari 2014

Finally, gue ketemu sama temen segila gue waktu SMA; Ditha. Well, dulunya, kami adalah sepasang saudara yang beda umur 10 hari dan mempunyai adik laki – laki yang berbeda umur 10 hari juga; Ferry. Ditha itu orangnya nyenengin, konyol, dan sering membuat apapun yang dideket gue menjadi lucu. Contohnya saja, waktu gue putus sama Bimo (putus? Emang pernah jadian ya? Haha) hampir semua temen gue bersimpati sama gue, dengan cara yang berbeda – beda. Mommy, Nox, Nur, dan Ccax; mereka selalu marah – marah tiap gue ngomongin Bimo atau hal – hal yang ngingetin gue ke dia, atau sedih tiap inget dia. Kalimat andalan mereka hampir sama “Mbok uwes tho phill. Cah koyo ngono okeh gantine”. Kalau Chilla dan Epz beda lagi, mereka berdua malah sering bikin gue tambah drop tiap ada hal sekecil apapun yang menyangkut Bimo. Epz hampir selalu mengingatkan hal – hal manis yang pernah gue lakuin sama Bimo, misalnya saja “Mah, koe mbiyen kan pernah rene mbe Papah” sedangkan Chilla selalu memperjelas kenyataan bahwa Bimo yang dulu waktu sama gue sangat berbeda dengan Bimo yang setelah enggak sama gue “Mah, Papah pulang sama Epz, kalo dulu kan nganterin kamu dulu”. Nah, kalau Ditha, entah kenapa tiap sama dia gue pasti ketawa kalo ngomongin Bimo. Misalnya dengan ngingetin gue dengan comment di salah satu status facebook Bimo; “ka-em ka–en–pe–a e-ka-ha be-i tuuuuuuuuuuut”, atau dengan menyebutnya Jacob takut Hitam (ceritanya, kata Fafa dia itu mirip Taylor Lautner or Jacob Black, tapi pernah waktu usdan dia gamau mulai di siang hari karena dia takut kepanasan dan kulitnya jadi hitam) dan kami ketawa sampai sakit perut, atau “Cah kae ngopo sih? Mecucu2 ngono? Melu2 Hwang Tae Kyung (gue gatau gimana nulisnya) ya?” sambil manyun2, trus gue ketawa sampe mat ague berair. Tapi jangan bayangin Ditha adalah cewek bertampang konyol seperti Mr. Bean versi cewek. Ditha adalah seorang dancer dan dia juga seorang fashion blogger, kalo ga percaya buka aja blognya di www.dithachinde.blogspot.com. Keren deh!

Terakhir ketemu Ditha itu pas gue pulang lebaran kemaren di Cosmo. Disitu juga ada Epz, Mommy, Nox dan pacarnya Brevet. Selang beberapa hari setelah itu, kami bertemu di Pasco saat gue dan Epz jalan – jalan sore, sedangkan dia sedang menunggu jam latihan dance sama temen – temennya. Dan hari ini, beberapa jam sebelum gue balik lagi ke haribaan Ibu Kota, gue nyempet – nyempetin ketemu sama Ditha. Kami duduk – duduk cantik sambil liat Gunung Merbabu, di sebuah café atau resto dekat Ngebong dan kesana dikit Sem**r; Joglo Ki Penjawi.

Café atau restoran ini keren, bangunannya yang sesuai dengan namanya, berbentuk Joglo, tetapi bukan hanya satu bangunan saja melainkan ada beberapa. Meja – meja dan kursinya terbuat dari kayu, beberapa perabotannya seperti; hiasan dinding, lampu, dan beberapa almari terlihat kuno. Sekilas, gue berasa sedang berada di sebuah rumah milik seorang Priyayi kaya dari jaman Majapahit.

Kami disini hanya sebentar, karena Ditha ada latihan dance dan gue juga harus packing untuk berangkat nanti sore. Waktu yang singkat memang, tapi cukup untuk mengenang masa lalu kami, membicarakan hari ini dan merencanakan masa depan, hahaha.















2 comments: