Salatiga, 25 Februari 2014
Finally,
gue ketemu sama temen segila gue waktu SMA; Ditha. Well, dulunya, kami adalah
sepasang saudara yang beda umur 10 hari dan mempunyai adik laki – laki yang
berbeda umur 10 hari juga; Ferry. Ditha itu orangnya nyenengin, konyol, dan sering
membuat apapun yang dideket gue menjadi lucu. Contohnya saja, waktu gue putus
sama Bimo (putus? Emang pernah jadian ya? Haha) hampir semua temen gue
bersimpati sama gue, dengan cara yang berbeda – beda. Mommy, Nox, Nur, dan
Ccax; mereka selalu marah – marah tiap gue ngomongin Bimo atau hal – hal yang
ngingetin gue ke dia, atau sedih tiap inget dia. Kalimat andalan mereka hampir
sama “Mbok uwes tho phill. Cah koyo ngono
okeh gantine”. Kalau Chilla dan Epz beda lagi, mereka berdua malah sering
bikin gue tambah drop tiap ada hal sekecil apapun yang menyangkut Bimo. Epz
hampir selalu mengingatkan hal – hal manis yang pernah gue lakuin sama Bimo,
misalnya saja “Mah, koe mbiyen kan pernah
rene mbe Papah” sedangkan Chilla selalu memperjelas kenyataan bahwa Bimo
yang dulu waktu sama gue sangat berbeda dengan Bimo yang setelah enggak sama
gue “Mah, Papah pulang sama Epz, kalo
dulu kan nganterin kamu dulu”. Nah, kalau Ditha, entah kenapa tiap sama dia
gue pasti ketawa kalo ngomongin Bimo. Misalnya dengan ngingetin gue dengan
comment di salah satu status facebook Bimo; “ka-em ka–en–pe–a e-ka-ha be-i
tuuuuuuuuuuut”, atau dengan menyebutnya Jacob takut Hitam (ceritanya, kata Fafa
dia itu mirip Taylor Lautner or Jacob Black, tapi pernah waktu usdan dia gamau
mulai di siang hari karena dia takut kepanasan dan kulitnya jadi hitam) dan
kami ketawa sampai sakit perut, atau “Cah
kae ngopo sih? Mecucu2 ngono? Melu2 Hwang Tae Kyung (gue gatau gimana
nulisnya) ya?” sambil manyun2, trus gue ketawa sampe mat ague berair. Tapi jangan
bayangin Ditha adalah cewek bertampang konyol seperti Mr. Bean versi cewek.
Ditha adalah seorang dancer dan dia
juga seorang fashion blogger, kalo ga
percaya buka aja blognya di www.dithachinde.blogspot.com.
Keren deh!
Terakhir
ketemu Ditha itu pas gue pulang lebaran kemaren di Cosmo. Disitu juga ada Epz,
Mommy, Nox dan pacarnya Brevet. Selang beberapa hari setelah itu, kami bertemu
di Pasco saat gue dan Epz jalan – jalan sore, sedangkan dia sedang menunggu jam
latihan dance sama temen – temennya. Dan hari ini, beberapa jam sebelum gue
balik lagi ke haribaan Ibu Kota, gue nyempet – nyempetin ketemu sama Ditha.
Kami duduk – duduk cantik sambil liat Gunung Merbabu, di sebuah café atau resto
dekat Ngebong dan kesana dikit Sem**r; Joglo Ki Penjawi.
Café
atau restoran ini keren, bangunannya yang sesuai dengan namanya, berbentuk
Joglo, tetapi bukan hanya satu bangunan saja melainkan ada beberapa. Meja –
meja dan kursinya terbuat dari kayu, beberapa perabotannya seperti; hiasan
dinding, lampu, dan beberapa almari terlihat kuno. Sekilas, gue berasa sedang
berada di sebuah rumah milik seorang Priyayi kaya dari jaman Majapahit.
Kami disini hanya sebentar,
karena Ditha ada latihan dance dan gue juga harus packing untuk berangkat nanti
sore. Waktu yang singkat memang, tapi cukup untuk mengenang masa lalu kami,
membicarakan hari ini dan merencanakan masa depan, hahaha.
aaaaaaaa miss you! <3
ReplyDeleteMiss You too ;D
Delete