Bandung, 3 Desember 2012
Ceritanya
hari ini adalah hari terakhir saya stay
di Kota ini, Bandung Lautan Cinta. Kepulangan saya yaNg sempat tertunda
beberapa hari akhirnya harus dilaksanakan juga karena besok siang saya harus bertemu
dengan sahabat kecil saya, Chilla di Ibukota. Sedari pagi saya hanya
males-malesan di kost-an apartement bersama Aya dan menyusun planning mau kemana saja kami hari ini.
Setelah berkhayal kesana-kemari akhirnya kami menarik kesimpulan; ke Len untuk
minta tanda tangan, lanjut ke Cihampelas buat nyari kaos-kaos, kemudian ke
Braga buat makan Mie Remand an nonton, lanjut jalan-jalan sampai ke Alun-alun
dan berakhir di Circle K Buah Batu duduk-duduk cantik sambil menikmati Froster
yang terakhir kalinya. Tapi menjelang siang kami tidak kunjung menjalankan
destinasi kami yang pertama, PT Len Industri (Persero) karna satu alasan yang
membuat ‘krik krik krik’; saya sudah tidak punya kerudung yang tersisa di
kost-an (hampir semua barang-barang kami sudah dibawa pulang Mama pas hari
Sabtu).
Menjelang siang kami malah ngantuk
dan berhasil tidur siang dengan lelapnya (karena laper dari pagi dan udara Bandung
yang lagi HOT banget!). Pukul 2 siang saya bangun karena sudah tidak tahan
dengan keadaan perut yang kosong. Saya membeli makan di warung nasi depan
kost-an, dengan lauk yang sudah dihafal Ibu penjaga warung (Kentang, Usus, dan
Sayur Kangkung) satu porsi untuk berdua. Setelah berhasil membangunkan Aya
untuk sarapan yang digabung dengan makan siang, saya mandi dan bersiap-siap
menikmati Bandung untuk yang terakhir kalinya. Kami berdua berangkat pukul 3
sore menggunakan angkot Cicaheum-Cibaduyut yang berwarna merah kemudian turun
di Kiara Condong untuk ganti angkot jurusan Margahayu-Ledeng. Sebelum
perempatan Jalan Jakarta, angkot yang kami tumpangi (kebetulan cuman ada saya,
Aya dan Pak Sopir yang ada di angkot itu) didatangi seorang preman bermodus
Pengamen, yah semacam Pengamen yang suka orasi di Metromini gitu kalau di
Jakarta. Kami yang notabe-nya cewek dan emang keder ama begituan langsung memberi preman tsb uang yang ada di
tangan kami. Setelah preman itu turun, kami bilang ke Pak Supir;
“Pak Kami pindah depan ya”, kata
Aya.
“Lhah kenapa neng?. Ga ngetem kok.
Keburu-buru ya?”, Tanya Pak Sopir salah paham.
“Bukan Pak, maksud kami pindah ke
samping Bapak, serem banget disini”, kata saya meluruskan.
"Oh iya neng, saya kira pindah
angkot lain”, katanya kemudian.
Setelah
bermacet-macet, dan muter-muter jalanan Bandung yang sepertinya pernah saya
lewatin malem-malem dulu waktu jalan-jalan sama . . . . . . . . . . ahsudahlah,
kami sampai juga di Jalan Cipaganti dan turun di depan Masjid Cipaganti. Dari
sini kami tinggal jalan beberapa meter untuk sampai di Jalan Cihampelas.
Setelah turun dari angkot kami bertemu dengan Bapak-bapak penjual Es Potong.
Kami beli dua potong dengan rasa Alpukat. Es Potong Bapaknya ini beda dari yang
biasa saya beli di Kota Tua, Jakarta. Santannya itu kerasa, dan ada
potongan-potongan kecil buah Alpukatnya. Saya jadi inget sebuah lagu Sunda;
‘Es Potong mah ceceu, rasa Alpukaaaaaaaat. Dicandakna geuningaaaaan
ka Cipagantiiiiiii~’ WAH PAS!!!!!
Kami
berhasil menghabiskan es potong sebelum sampai di Jalan Cihampelas, kami masuk
ke Cihampelas Walk yang udah ga asing lagi bagi saya karna dua hari yang lalu
kami berdua baru saja menghabiskan malam bersama suara XO-IX disini. Kami
keliling-keliling, foto-foto (padahal lagi gerimis) dan akhirnya mampir di
salah satu gerai minuman karna dari situ kami bisa melihat Jembatan Pasupati
‘Apik yiaaaaa’ dengan jelas. Saat duduk-duduk, disebelah meja kami ada sepasang
‘cowok’ yang emmmmmm, gajadi deh. Hampir satu jam disitu, rasanya gapengen
pergi, berasa udah nempel di kursi itu, tapi karena saya ga mau menghabiskan
malam terakhir saya di Bandung hanya dengan memelototin Jembatan Pasupati saja,
kami memutuskan untuk mengelilingi Ciwalk. Setelah sepertiga puas kami keluar
dan naik angkot menuju Terminal Kebon Kelapa.
![]() |
| Berhentilah manyun, mukamu jadi culun ;pp |
![]() |
| "suspect" wkwk |
![]() |
| It's so fun |
![]() |
| Menyambut natal di Cihampelas Walk |
![]() |
| Banci Kamar Mandi -,- |
![]() |
| Galau sambil ngeliatin Jembatan Pasupati 'apikk yiiaaaaa' |
Sesampainya
di Jalan Kapatihan, ternyata hujan deras dan membuat kami mengurungkan niat
untuk makan Mie Reman di Jalan Braga. Kami masuk ke King’s Plasa dan
muter-muter gajelas karna kami tidak tau apa yang kami cari. Akhirnya kami naik
ke lantai atas dan duduk diam di meja makan persis disebelah jendela. Dari sini
kami bisa melihat Jalan Kapatihan yang ada di bawa kami, orang-orangnya yang
sedang berlalu-lalang, pedagang-pedagannya yang bersiap-siap untuk pulang,
menara Masjid Agung, dan pikiran sayapun melayang.
Saya
teringat ketika pertama kali saya datang ke Kota ini, tidak ada 24 jam dan
tidak tau mana itu ‘Bandung’. Kemudian saya datang lagi untuk yang kedua
kalinya, siap untuk tinggal disini dua bulan kedepan. Satu bulan pertama di
Kota ini saya dan teman-teman saya hanya tau ‘Carrefour Kiara Condong’. Bulan
kedua saya baru tau Alun-alun Bandung, Masjid Agung, Museum Konferensi
Asia-Afrika, Jalan Braga, Dago, Cibaduyut, Bandung Indah Plaza, KFC Merdeka, Gedung
Sate, Lapangan Gasibu, Paris van Java, Cihampelas Walk dan tempat-tempat
lainnya di Bandung. Beberapa hari yang lalu saya juga sempat keliling Kota
Bandung malam-malam dengan dia. Kami
makan di salah satu Kedai Mie dan berhasil ‘pinjam’ sendok untuk menikmati Es
Krim Wall’s Dungdung rasa Fanta
Strawberry (yang kami sebut Fandung) di kampusnya, kemudian muter-muter di
sekitar Jalan Riau hanya demi menemukan Rumah yang didepannya terdapat
Ambulance di Jalan Bahureksa nomor 15 tapi ga ketemu (padahal udah di Jl. Riau
-,- ). Dia juga yang membuat saya berkomentar “apikk yiaaaa” saat melewati Jembatan Pasupati untuk yang pertama
kalinya. Dan sekarang, setelah hampir tiga bulan saya ada di Kota ini, inilah
malam terakhir saya disini. Malam terakhir dimana saya sebenarnya sangat
berharap bisa bertemu dengannya lagi, tapi karna memang belum rejeki saya, ya
saya tidak bisa bertemu dengan dia :’)
Setelah
hujan cukup reda, kami berdua pulang ke kost-an, dan batal ke CK Buah Batu
karena sudah terlalu malam (kami pulang pukul 22.30 dari Jl Kapatihan).
Sepanjang perjalanan pulang saya hanya diam, bukan capek atau sedih, tapi lebih
kearah kesal pada diri sendiri, kenapa saya tidak bisa lebih lama lagi tinggal
disini.
Bandung, 4 Desember 2013
Saya bangun pukul 06.00 untuk
membereskan barang-barang saya yang sebenarnya tidak perlu dibereskan lagi.
Dengan masih berharap saya bisa bertemu dengan dia mungkin untuk yang terakhir
kalinya. Tapi harapan itu saya buang jauh-jauh setelah saya sudah berada diatas
Bus Primajasa jurusan Lb Bulus-Bandung. Saya masih sempat menikmati pemandangan
di sekitar Terminal Leuwi Panjang setelah
saya berjanji kepada diri saya sendiri bahwa saya akan kembali lagi
kesini. Bus pun melaju menuju Jakarta, menjauhi Bandung dan meninggalkan
serpihan hati saya disana, suatu saat nanti, saya akan kembali lagi utnuk
mengambilnya. Terimakasih Bandung :’)







No comments:
Post a Comment