Tangerang, 1
Oktober 2015
Selamat
tanggal 1 Oktober, selamat hari kesaktian Pancasila, selamat Ulang Tahun Majid
Handika, ade nya Hanri Laksono, hehe. Hari ini, tepat setengah abad peristiwa
yg menjadi salah satu sejarah bangsa ini. Pembantaian para Jendral oleh para
anggota PKI dan kejadian setelah itu, yaitu pembantaian anggota PKI atau yg
diduga, bahkan yg di duga PKI. Tapi menurut beberapa sumber; film The Act of
Killing, cerita orang – orang sepuh, beberapa artikel dan tulisan ini saya jadi
lebih condong kepada peristiwa pembantaian untuk ‘membersihkan PKI beserta ormas –
ormasnya sampai ke akar – akarnya’. Hmm, entahlah, saya belum lahir pada jaman
itu, Pada intinya sih, menghilangkan nyawa orang lain, apalagi pembantaian
sadis, seperti #SalimKancil (saya turut berduka cita dan semoga Bupati
Lumajang, Polri dan pihak yang berwenang benar – benar mengusut kasus ini
hingga tuntas) dua – dua nya tetap salah dimata saya, apapun alasannya. Buat
para pelaku pembunuhan, pembantaian ataupun dalang dibalik semua itu, Tuhan tidak pernah tidur, semua pasti ada balasannya. Hidup dan mati itu kan urusan Tuhan, kita
sebagai manusia ga punya hak untuk ngelakuinnya.
Well, sebenernya malem ini bukan itu
yang mau saya tulis. Saya udah lama banget pengen nulis ini, tapi karena urusan
kantor, urusan masak ayam, jualan baju dan kosmetik yang menyita waktu jadi ga
disempetin nulis, hehe.
Saya ingat saya pernah menulis
tentang judul yang hampir mirip dengan judul diatas, Am I a Traveler? Lebih
dari tiga tahun yang lalu, di Kota Bogor. Tulisan tentang Green Canyon itu
hanya fiktif belaka, sampai sekarang saya belum pernah menginjakkan kaki di
ujung tenggara Jawa Barat itu. Di tulisan itu saya menjelaskan bahwa Traveling
ga harus pergi ketempat yang jauh atau yang kalo anak ‘kekinian jaman sekarang’
bilang ‘yang lagi hits’, traveling bisa dilakukan dimana aja, because traveling is not how far you go but
how much you enjoy every inch of the place you have visited.
Di awal tulisan saya sudah melabeli diri saya dengan istilah flashpacker, backpacker, atau istilah
lain yg berhubungan dengan traveling, karena saya memang hobi jalan – jalan.
Dan tulisan ini akan mengubah sedikit tulisan saya disitu, bahwa saya, tidak akan melabeli atau menyebut diri saya lagi sebagai
seorang traveler aSaya sadar, secara tidak langsung
dengan gelar yang saya sematkan pada
dan oleh diri saya sendiri itu begitu membebani diri saya. Selain memang sifat
buruk saya (yang terus menerus saya kikis dari hari ke hari) yang gampang iri,
saya juga merasa harus pamer kepada
seluruh dunia bahwa ‘ini loh saya udah pernah kesini, eh gue lagi disini nih,
duh senengnya ada disini’, dan itu benar – benar membuat saya gila.
Seperti
yang saya jelaskan di blog ini juga, bahwa saya bukan penulis, bukan pula
seorang travel blogger, saya hanya seorang pencerita. Dari blog ini saya bisa
bercerita tentang apapun dalam hidup saya. Jadi seandainya nanti saya sudah
tidak bisa menulis lagi, saya masih bisa membaca tulisan – tulisan saya yang
terdahulu. Mudah – mudahan dengan saya menulis ini, sifat buruk saya berangsur
– angsur menghilang secepatnya.
No comments:
Post a Comment