Sunday, 27 May 2012

MY HAIR

Jaman Kelas Sebelas SMA
Kronologi Facebook membuatku bernostalgia dan ber flashback ria. Foto-foto itu, membuatku membandingkan diriku yang sekarang dengan diriku yang dulu. Diriku yang kemaren dan diriku yang kemaren lagi. Saat rambut panjang sepunggung ku tergerai, aku baru menyadari betapa manisnya aku, betapa cantiknya aku. Aku menyadarinya sekarang saat aku menyesali rambut pendek ku. Waktu itu aku berfikir bahwa aku sangat keren. Aku berfikir aku sanggat cool. Tapi sekarang aku baru menyadari bahwa aku SANGAT IDIOT. Mungkin kata itu kurang pas, tapi cukup mewakili betapa sintingnya aku waktu itu.


          Aku masih ingat reaksi keluargaku mengenai rambut pendekku, ekspresi jijik Ma’e dan bulek, ekspresi marah Ibu’ dan, ekspresi kecewa Bapak. Aku masih bisa mencibir dan membalikkan kata-kata Ma’e, bulek dan Ibu’ tapi aku tidak bisa berhenti merasa bersalah tiap melihat sorot kekecewaan di mata Bapak. Dan saat itu juga aku mengetahui bahwa aku salah, ini hanya keinginan sementara yang seharusnya bisa aku tahan. Tapi aku belum memiliki perasaan bersalah pada waktu itu, dan aku juga belum memiliki perasaan menyesal.

My Idiot Short Hair

          Satu tahun berlalu sejak aku memutuskan aku memendekkan rambutku (memangkas lebih tepatnya), aku menunggu rambut ini tumbuh seperti menunggu paket yang dikirimkan seseorang dengan kura-kura. Bukan berlebihan, hanya saja, aku benar kali ini. Aku hanya ingin memperbaiki kekeliruanku, meluruskan kesalahanku dan mentolerir kesintinganku. Aku hanya tidak mau mengulangi kesalahan idioth ku. Aku juga tidak ingin membuat Bapak kecewa lagi.
          Mungkin penyesalan bodoh ku tidak begitu menyesakkan dada seandainya aku benar-benar ingin memangkas rambutku karena murni seratus persen keinginanku. Hahahahahaa, aku memang sinting, memangkas habis rambut panjangku hanya agar laki-laki yang aku suka juga suka sama aku karena rambutku menyerupai idolanya, seorang artis korea, PARK SHIN HYE. Oh Tuhan, dimana engkau letakkan otak hamba pada waktu itu? Bagaimanapun juga, aku gabakalan bisa menyerupai artis itu. Oh ya Ampun, hanya orang sakit jiwa yang berfikir seperti itu.
Now
          Tapi ya, gimana lagi kan? Nasi sudah menjadi bubur, tinggal ditambah ketan, parutan kelapa, dan lelehan gula jawa, jadi bubur ketan deh :D. Lagipula sekarang rambutku juga sudah sebahu, tinggal rutin merawat dan menjaga nya aja deh. Rajin-rajin keramas, pake shampoo, conditioner, hair mask, dan tentunya ke salon minimal 6 minggu sekali. Mungkin bakal nguras kantong aku cukup dalam (mengingat gw masih mahasiswa dengan kiriman bulanan yang pas-pasan), tapi aku fikir, itu bisa membuat aku menjadi lebih baik daripada menghabiskan waktu hanya dengan menangisi kesintinganku pada waktu itu.



                                                                                     Bogor, 8 April 2012
Lots Of Love
Ulfi Alfisnaini

2 comments:

  1. eaaaaaaaaaaa ulfiiiiiii :D let ur hair grows babee! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pheeewww..That's so lame, we called it 'Lambretta Spanyola Extravaganza'..

      Delete