 |
| Jaman Kelas Sebelas SMA |
Kronologi
Facebook membuatku bernostalgia dan ber flashback ria. Foto-foto itu, membuatku
membandingkan diriku yang sekarang dengan diriku yang dulu. Diriku yang kemaren
dan diriku yang kemaren lagi. Saat rambut panjang sepunggung ku tergerai, aku
baru menyadari betapa manisnya aku, betapa cantiknya aku. Aku menyadarinya
sekarang saat aku menyesali rambut pendek ku. Waktu itu aku berfikir bahwa aku
sangat keren. Aku berfikir aku sanggat cool. Tapi sekarang aku baru menyadari
bahwa aku SANGAT IDIOT. Mungkin kata itu kurang pas, tapi cukup mewakili betapa
sintingnya aku waktu itu.
Aku masih ingat reaksi keluargaku
mengenai rambut pendekku, ekspresi jijik Ma’e dan bulek, ekspresi marah Ibu’
dan, ekspresi kecewa Bapak. Aku masih bisa mencibir dan membalikkan kata-kata
Ma’e, bulek dan Ibu’ tapi aku tidak bisa berhenti merasa bersalah tiap melihat
sorot kekecewaan di mata Bapak. Dan saat itu juga aku mengetahui bahwa aku
salah, ini hanya keinginan sementara yang seharusnya bisa aku tahan. Tapi aku
belum memiliki perasaan bersalah pada waktu itu, dan aku juga belum memiliki
perasaan menyesal.
 |
| My Idiot Short Hair |
Satu tahun berlalu sejak aku
memutuskan aku memendekkan rambutku (memangkas lebih tepatnya), aku menunggu
rambut ini tumbuh seperti menunggu paket yang dikirimkan seseorang dengan kura-kura.
Bukan berlebihan, hanya saja, aku benar kali ini. Aku hanya ingin memperbaiki
kekeliruanku, meluruskan kesalahanku dan mentolerir kesintinganku. Aku hanya
tidak mau mengulangi kesalahan idioth ku. Aku juga tidak ingin membuat Bapak
kecewa lagi.
Mungkin penyesalan bodoh ku tidak
begitu menyesakkan dada seandainya aku benar-benar ingin memangkas rambutku karena
murni seratus persen keinginanku. Hahahahahaa, aku memang sinting, memangkas
habis rambut panjangku hanya agar laki-laki yang aku suka juga suka sama aku
karena rambutku menyerupai idolanya, seorang artis korea, PARK SHIN HYE. Oh
Tuhan, dimana engkau letakkan otak hamba pada waktu itu? Bagaimanapun juga, aku
gabakalan bisa menyerupai artis itu. Oh ya Ampun, hanya orang sakit jiwa yang
berfikir seperti itu.
 |
| Now |
Tapi ya, gimana lagi kan? Nasi sudah
menjadi bubur, tinggal ditambah ketan, parutan kelapa, dan lelehan gula jawa,
jadi bubur ketan deh :D. Lagipula sekarang rambutku juga sudah sebahu, tinggal
rutin merawat dan menjaga nya aja deh. Rajin-rajin keramas, pake shampoo,
conditioner, hair mask, dan tentunya ke salon minimal 6 minggu sekali. Mungkin
bakal nguras kantong aku cukup dalam (mengingat gw masih mahasiswa dengan
kiriman bulanan yang pas-pasan), tapi aku fikir, itu bisa membuat aku menjadi
lebih baik daripada menghabiskan waktu hanya dengan menangisi kesintinganku
pada waktu itu.
Bogor, 8 April 2012
Lots Of Love
Ulfi Alfisnaini
eaaaaaaaaaaa ulfiiiiiii :D let ur hair grows babee! :D
ReplyDeletePheeewww..That's so lame, we called it 'Lambretta Spanyola Extravaganza'..
Delete